Pages

Subscribe:

Ads 468x60px

Featured Posts

Selasa, 09 April 2013

Cara merawat anak jangkrik

 Baru menetas jangkrik anak sampai usia sekitar 1-20 hari fisik sangat rentan terhadap pengaruh eksternal, seperti pengaruh cuaca, makanan dan lingkungan. Barbekyu anak-anak sampai usia satu minggu masih perlu beradaptasi dengan lingkungan baru mereka tinggal. Oleh karena itu, kelembaban udara dan suhu udara dalam kotak harus disimpan pembesaran disesuaikan dengan kebutuhan anak-anak jangkrik.
Makanan yang diberikan pada awal pertumbuhan harus lembut dan mudah dicerna, seperti daun kubis muda, jagung, kacang hijau dan kecambah. Makanan akan ditempatkan di mudah portabel dan mudah dibawa ke anak jangkrik diganti dengan makanan baru tanpa. Tempat makan seharusnya tidak berada di tempat, tetapi ada beberapa tempat bahkan. Jika Anda ingin menempatkan makanan ditempatkan di sudut-sudut kotak. Laba menempatkan makanan di sudut-sudut kotak adalah anak-anak jangkrik dengan mudah menemukan makanan karena mereka berkumpul di sudut-sudut kotak sering.
Kelemahan penempatan makanan di satu tempat ada kemungkinan bahwa banyak anak yang tidak tahu, menempatkan kriket makanan yang tersedia. Jika media penetasan ditempatkan di lapangan besar, kemungkinan anak-anak yang sudah menetas jangkrik segera didistribusikan ke permukaan kotak. Akibatnya, banyak anak yang tidak mendapatkan makanan memanggang sehingga pertumbuhan tidak sama. Dalam waktu sekitar tiga minggu, pertumbuhan kriket di anak kotak terlihat perbesaran yang berbeda.
Cara mengatasinya dengan pertumbuhan anak-anak yang berbeda memanggang dengan ekstensi kotak, anak-anak yang baru menetas jangkrik pada set sempit sebagai ember, sampai jangka waktu tertentu (sekitar 15 hari). Dengan cara ini Anda dapat dengan mudah makanan yang diberikan oleh anak secara keseluruhan jangkrik sehingga anak-anak tumbuh jangkrik berseragam dikenal. Pada minggu kedua anak jangkrik dipindahkan ke yang lebih luas, misalnya diperbesar untuk memindahkan kotak.
Makanan adalah pada fase pertumbuhan awal jangkrik anak adalah makanan yang merangsang pertumbuhan diperlukan. Mengingat beberapa nutrisi makanan dengan elemen anak memanggang kebutuhan harus mencakup bagaimana unsur-unsur karbohidrat, protein dan lemak. Unsur karbohidrat dapat diperoleh melalui berbagai jenis makanan yang ditemukan di umbi. Unsur protein dan lemak dapat diperoleh dengan makanan buatan yang berasal dari tepung beras coklat, kacang hijau, jagung, kandungan protein kedelai 20% dan lemak 8%.
Pakan nodul pada anak usia dini jangkrik, jangkrik harus menunggu setelah anak itu sekitar satu minggu. Dapat memberi makan lampu membedah tipis dan dikeringkan di bawah sinar matahari selama satu hari, kemudian diberikan kepada anak-anak jangkrik. Ketika dimasak terlebih dahulu umbi dipotong tipis-tipis pertama dan kemudian ke anak jangkrik. Makanan yang diberikan harus memadai dan harus diganti setiap hari dengan makanan baru. Pemberian pakan sebaiknya dilakukan pada sore hari sebelum malam karena kriket termasuk nocturnal dan melakukan aktivitas mereka di malam hari, termasuk mencari makanan. Selama hari, memanggang lebih banyak istirahat dan tidur di tempat-tempat yang tersembunyi. Oleh karena itu, makan siang hari, maka akan mengganggu jangkrik beristirahat atau tidur.
Sisanya harus dihapus dan dibuang agar tidak mencemari kotak perbesaran lingkungan. Walaupun pemberian tepung jagung diberikan anak usia dini mulai makan jangkrik. Tepung jagung, beberapa daun kol atau kubis daun, permintaan sayuran dan air minum perlu ditambahkan.

Selasa, 26 Maret 2013

Tips menetaskan telur jangkrik

Berikut adalah tips melakukan penetasan telur jangkrik

B. Penetasan telur

1. Tahap Awal


Telur jangkrik dimasukkan ke dalam kain lembab. Telur akan menetas 2-3 hari kemudian. Setiap 400 gram telur akan menghasilkan 80 kg jangkrik umur 35 hari (1 kg jangkrik kurang lebih 1.000 ekor).

2. Bahan-Bahan
  • Kain tetas 2 buah/dus atau per kandang
  • Nampan 2 buah/dus atau per kandang
  • Pasir
  • Sprayer
  • Kertas koran bekas
  • Paket telur jangkrik yang berisi telur 400 gram/paket
3. Cara menetaskan
  • Taruh 20 gram telur (1-2 sendok/dus atau per kandang)
  • Telur diangin-anginkan terlebih dahulu sekitar 1/2 jam
  • Cuci pasir dengan air panas dan letakkan di atas nampan
  • Nampan diisi pasir (lembab)
  • Siapkan kain tetas dan lembabkan dengan percikan air
  • Taruh kain tetas di atas nampan
  • Taburkan telur merata di kain tetas
  • Tutup telur dengan melipat kain tetas
  • Tutup kain tetas dengan kertas koran lembab
  • Jaga kelembaban kain tetas (disemprot tiap hari)

Bahan yang diperlukan untuk memelihara jangkrik

Berikut adalah ulasan mengenai budidaya jangkrik silahkan disimak



cara berternak jangkrik
Mempelajari cara berternak jangkrik yang benar tentunya akan sangat bermanfaat untuk menjadikan sektor ini menjadi salah satu sumber penghasilan tambahan. Bagi Anda yang tertarik untuk mempelajarinya secara lebih lanjut, maka berikut ini akan dipublikasikan cara beternak jangkrik selengkapnya.

Cara Beternak Jangkrik

Hal-hal yang akan dipelajari pada artikel cara beternak jangkrik yang akan dipublikasikan kepada Anda kali ini akan dikupas tuntas, mulai dari pembuatan kandang, hingga tahap panen dan juga pemasarannya. Selain itu berbagai ulasan menarik juga akan turut dipublikasikan, yaitu tijauan ekonomi, yaitu hitung-hitungan modal yang diperlukan dan juga hasil keuntungan yang bisa didapatkan dari sektor ini.

A. Membuat kandang

1. Ukuran Kandang


Kandang terbuat dari kayu tripleks atau kardus bekas berukuran 100cm x 60cm x 30cm bisa menampung 4.000 ekor jangkrik. Dan kotak ini bisa digunakan 4-5 kali. Atap kandang dilapisi koran atau daun kelapa/daun pisang/daun jati/daun tebu/serabut kelapa.

2. Bahan yang dibutuhkan:
  • lakban licin coklat 4 buah
  • lem kertas putih 4 buah
  • serbuk gergaji 2 plastik
  • lis kayu/bambu 40+40
3. Pendukung Kandang

Pendukung pertumbuhan atau rumah jangkrik adalah tempat merambat dan nangkring jangkrik berupa empat lengkungan baik besar dan delapan lenkungan kecil yang dibentuk seperti kerangka besi sebuah payung.

Selasa, 24 Januari 2012

Cara Beternak Jangkrik

Dalam beternak jangkrik yang saya ketahui ada dua fase yang pertama adalah fase induk saat induk menelurkan telurnya (peneluran) dan fase yang kedua adalah fase telur menetas sampaijangkrik itu tumbuh menjadi dewasa. Dalam hal ini saya akan menjelaskan fase yang kedua yaitu fase penetasan jangkrik sampai tumbuh menjadi dewasa. Fase yang kedua itu adalah sebagai berikut:
  1. Yang pertama anda menaruh telur jangkrik itu dalam kandang yang telah disediakan di seperti gambar yang tersedia pada kandang ideal dengan diberi alas triplex sebagai alas dari telur jangkrik itu
  2. telur itu ditutup dengan kain tipis yang diberi air sedikit (tidak terlalu basah) supaya keadaan telur tetap lembab dan tidak kering.
  3. disamping telur jangkrik disediakan makanan ayam yaitu poor (layer) supaya jangkrik mudah mencari makanan saat menetas nanti. (hal ini harus dilakukan karena sifat jangkrik itu akan memakan temannya sendiri kalau makanan itu tidak ada atau kanibalisme)
  4. jika jangkrik itu mulai menetas baru bisa dikasih sayuran seperti kangkung, daun singkong, serta daun yang lainnya supaya jangkrik itu cepat tumbuh menjadi besar.
  5. pola pemberian makanan itu dilakukan setiap hari secara rutin sampai jangkrik itu tumbuh menjadi besar.(anda harus membersihkannya minimal seminggu dua kali supaya tidak menimbulkan bau tidak sedap)
selamat mencoba…………

Cara Menetaskan Telur Jangkrik

A. Dengan Media Kain.



Potong kain dengan Ukuran Sekitar 25 cm * 25 cm, sementara alat yang digunakan berupa wadah plastik untuk meletakkan kain serta semprotan air berukuran kecil.

adapun cara penetasannya adalah sebagai berikut :

  1. Masukkan satu sendok telur pada bagian tengah kain lalu atur permukaannya agar meratata.
  2. Lipat semua sisi kain kebagian tengah secara bergantian mulai dari sisi kanan, kiri, atas dan bawah. jangan menekan kain yang dilipat, biarkan agak longgar sebagai jalan keluar untuk anak jangkrik yang menetas nantinya.
  3. Masukkan kain berisi telur ke dalam wadah plastik, lalu letakkan wah plastik tersebut kedalam Kotak/kandang.
  4. Selama telur belum ada yang menetas lakukan penyemprotan air secara rutin setiap hari agar kain tetap lembab.
  5. Telur aka menetas sekitar 3-6 hari, tergantung usia si telur
  6. Sebelum telur menetas biasanya telur akan berubah warna menjadi kuning kehitaman. untuk memastikan perkembangan dan keadaan telur, kain diperiksa setiap hari sebelum disemprot dengan air.
  7. Kain ditutup kembali setelah pemeriksaan.



B. Dengan Media Pasir.



Penetasan dengan media pasir menggunakan pasir halus dan bersih yang telah diayak. Jemur / Sangrai agar kuman penyakit lainnya mati sehingga media pasir tersebut menjadi steril. Masukkan pasir halus tadi kedalam Nampan ukuran 15 cm * 20 cm atau dapat disesuaikan dengan ukuran kotak. Alat lainnya adalah semprotan air ( Spray ).

Adapun teknik penetasan dengan cara ini adalah :

  1. Taburkan pasir secara merata dalam nampan dengan ketebalan 1-2 cm.
  2. Taburkan telur jangkrik secara merata diatas pasir, lalu tutup kembali dengan pasir dengan lapisan harus setipis mungkin, asal telur tidak tampak dari permukaan.
  3. Masukkan Nampan plastik kedalam kotak / Kandang yang telah dibuat.
  4. Semprotkan air setiap hari, dan pastikan agar medianya tetao lembab.




Perawatan setelah telur jangkrik menetas


Bayi jangkrik yang baru menetas dapat dipelihara dalam kotak penetasan hingga umur 10 hari. Jangkrik kecil ini sangat rawan dengan kondisi lingkungan yang ada, sehingga perawatannya harus intensif. Jika tidak maka populasinya akan cepat menyusut. ada beberapa hal yang harus dilakukan setelah telur jangkrik menetas :


1. Menjaga Kelembaban ruangan.


2. Memperhatikan Pakan Nimfa.

3. Memberi penghangat.

4. Memberikan Inisial / tanda

5. Menjaga kebersihan lingkungan.






Mengatasi telur jangkrik yang baru menetas.






Ada 5 hal yang harus dipersiapkan terlebih dahulu :

  1. Yang paling baik adalah membuat kotak penetasan telur jangkrik, biasanya ukurannya lebih kecil dibandingkan dengan Kotak pembesarannya. Hal ini guna memudahkan pada saat pengontrolan nimfa jangkrik.
  2. Menjaga Kelembaban ruangan, pastikan ruangan tidak terlalu panas dan tidak terlalu lembab, untuk kelembaban biasanya dengan memberikan beberapa botol kecil yang diisi air dan ditutupi dengan kapas, biarkan kapas itu basah.
  3. Memperhatikan Pakan Nimfa, pastikan Nimfa ( jangkrik yang baru menetas ) mendapatkan pakan dengan syarat : sayuran yang sesuai dengan usia jangkrik , biasaanya untuk nimfa saya berikan ( Irisan -irisan Wortel, Pur Halus, dan tepung kacang hijau ) tinggal dikombinasikan bergantian .
  4. Memberi penghangat, untuk Daerah yang dingin pada malam hari biasanya diberikan lampu pijar 5 watt.
  5. Memberikan Inisial / tanda, hal ini penting untuk dapat mengetahui Usia Jangkrik sehingga dapat menyesuaikan kapan harus dipanen, pemberian pakan yang tepat sesuai dengan Usianya dan masih banyak lagi kegunaan yang lainnya
  6. Menjaga kebersihan lingkungan, pastikan pakan yang sudah lebih dari satu hari agar di angkat dan di buang dari kandang karena akan mengganggu pertumbuhan dan kesehatan si Jangkrik
  7. Hindari Predator, ada beberapa cara untuk menghindari predator/ pemangsa misalnya ditutup dengan triplek dan tengahnya di beri area untuk kawat nyamuk yang berguna untuk Ventilasi, disetiap kakinya diberi mangkuk yang diisi oli bekas, pastikan predator tidak dapat memangsa jangkrik.

Cara Ternak Jangkrik

Budidaya burung saat ini memang sedang marak, maka permintaan jangkrik sebagai salah satu makanan burung juga meningkat. Dengan itu maka prospek budidaya jangkrik semakin cerah dengan tingginya permintaan akan permintaan jangkrik di pasaran, karena banyak daerah yang kekurangan akan pasokan jangkrik sebagai pakan ternak burung. Disini saya akn memberikan sedikit tentang cara ternak jangkrik, semoga bermanfaat.

Pembuatan Kandang Jangkrik
Tahap awal dalam budidaya jangkrik adalah persiapan kandang. Kandang yang baik adalah kandang yang :



Jangkrik terhindar dari pemangsa
Mudah untuk mengontrol keadaan dan pertumbuhan jangkrik setiap waktu.
Menjadikan Kandang yang nyaman untuk jangkrik,
Pastikan sirkulasi udaranya bagus,
Memudahkan pada saat pemanenan.
Jangan terkena sinar matahari langsung.


Sekarang kita memasuki Pembuatan , bahan dan bentuk kandang jangkrikyang saya buat sekarang :

Bahan-Bahan Pembuatan kandang Jangkrik :
1. Triplek
2. Paku Kecil
3. Kayu Kaso Kecil / kayu reng
4. Lem Kayu
5. Lakban Coklat yang besar ( ukuran 44 mm )
6. jangan lupa sediakan gunting, gergaji dll

Proses pembuatan Kandang jangkrik:

Bentuk menjadi persegi panjang dengan ukuran : Panjang = 50 Cm, Lebar = 60 CmTinggi = 120 Cm
Beri Lem kayu pada setiap sudut untuk menutupi celah , perlu diketahui pada saat menetas jangkrik berukuran sangat kecil.
Beri pinggiran atas bagian dalam dengan Lakban Coklat ... fungsinya agar jangkrik tidak bisa merayap terus ke atas.
Jangan Lupa untuk Kandang Kaki dari kandang jangkrik beri jarang Min 20 Cm dan beri mangkuk yang diisi air dan garam, untuk menghindari semut , alternatif lain silahkan beri Lem tikus.


Persyaratan lokasi ternak jangkrik
Lokasi peternakan sebaiknya :

Usahakan lokasi budidaya harus tenang, teduh dan mendapat sirkulasi udara yang baik.
Lokasi jauh dari sumber-sumber kebisingan seperti pasar, jalan raya dan lain sebagainya.
Tidak terkena sinar matahari secara langsung atau berlebihan
Hindari Hama pemangsa jangkrik seperti : semut, cecak, laba-laba, ayam, kucing, kadal dll.
Usahakan Lokasi mudah untuk dimonitor setiap hari perkandangnya

Peluang budidaya jangkrik masih lebar

Sejak beberapa tahun lalu, jangkrik telah menjadi salah satu komoditas peternakan yang banyak dilirik masyarakat. Tingginya permintaan terhadap jangkrik sebagai pakan burung kicauan dan ikan, memicu masyarakat untuk mengembangkan bisnis budidaya jangkrik. Alhasil, budidaya jangkrik merajalela di mana-mana dan menjadi ladang subur untuk meraup rupiah.

Seiring dengan itu, beberapa koperasi jangkrik sebagai wadah para peternak pun mulai bermunculan. Namun, permasalahan kerap muncul terutama karena fluktuasi harga bersinergi dengan perilaku pasar yang cenderung tidak berpihak pada peternak, di mana jika pasokan bahan baku sedikit, sedangkan kebutuhan masyarakat besar, harganya melambung tinggi. Sebaliknya, bila pasokan bahan baku banyak (booming produksi) harganya turun drastis, bahkan tidak ada harganya. Hal inilah yang biasanya membuat peternak menjadi geram lantaran alokasi hasil panen masih sebatas untuk pakan burung kicauan dan ikan.
Baru pada dekade awal tahun 2000-an, bisnis budidaya jangkrik mulai kembali menunjukkan titik terang. Hasil panennya tidak lagi sekadar sebagai pakan burung dan ikan, melainkan bisa diolah menjadi bahan baku industri makanan, farmasi dan kosmetik. Ya, berdasarkan penelitian yang dilakukan para pakar terhadap komposisi kimia pada jangkrik, ditemukan bahwa di dalam tubuh jangkrik terkandung berbagai senyawa bernilai gizi tinggi dan bernilai farmakologi yang cukup baik.
Selain itu, para peternak pun tak perlu lagi khawatir hasil panennya tidak tertangani dengan baik. Sebuah wadah organisasi berskala nasional bagi peternak jangkrik di bawah bendera Forum Komunikasi Peternak Agromitra Swadaya Jangkrik Indonesia (FKP Askrindo), yang salah satu cabangnya beralamat di Desa Karang RT 04 RW II, timur Sub Terminal Delanggu, Klaten, siap membantu peternak mulai dari pengadaan sarana budidaya hingga pembelian hasil panen.
“Kami bekerja sama dengan PT Agromitra Swadaya Indonesia yang bermukim di bilangan Jl Mr Abdul Madjid Djojodiningrat No 8 Bulusan, Tembalang, Semarang, mempunyai program yang intinya adalah pemberdayaan masyarakat dalam arti seluas-luasnya. Dalam hal ini, FKP Askrindo bermaksud memberikan solusi bagi masyarakat yang tertarik dalam usaha ini untuk ikut berperan di dalamnya,” ungkap Icuk Tri Purwanto, seorang peternak full time yang aktif sebagai pengurus FKP Askrindo cabang Klaten.
Menurut Icuk, bisnis budidaya jangkrik sebagai bahan baku industri makanan, farmasi, dan kosmetik, memiliki tingkat kesuksesan yang tinggi. Namun, tentu saja, hal itu sangat tergantung pada kemampuan dan keseriusan para peternak sendiri.
“Alternatif berwirausaha jangkrik sebenarnya sangatlah mudah dan menguntungkan apabila dikerjakan dengan serius. Selain ramah lingkungan, dari segi permodalan juga relatif terjangkau. Selain itu, masa pemeliharaannya juga relatif singkat. Jangkrik umur 35 hari sudah bisa dipanen,” jelas Icuk.
Untuk memulai usaha budidaya jangkrik ini, peternak hanya perlu membeli paket sarana ternak (PST) yang sudah disediakan oleh FKP Askrindo, terdiri atas 6 ons telur jangkrik seharga Rp 45.000/ons dan 120 kg pakan khusus yang telah mendapat lisensi dari pihak pemakai produk seharga Rp 7.500/kg, membayar biaya registrasi sebesar Rp 25.000, dan biaya transportasi sebesar Rp 50.000. Total biaya seluruhnya adalah Rp 1.245.000.
“Untuk kandang pemeliharaan bersifat fleksibel. Peternak bisa membuatnya sendiri disesuaikan dengan anggaran yang dimiliki tanpa harus order dari FKP. Kandang biasanya berupa kotak kardus atau dari bahan tripleks berukuran 200x80x40 cm dengan kapasitas tampung sebanyak 1 ons telur jangkrik. Jadi diperlukan enam buah kotak untuk satu paket,” terang Icuk.
Dalam hal panen, setelah waktunya tiba, peternak bisa langsung mengirimkan hasil ke sekretariat FKP dan akan langsung dilakukan penimbangan. Sedangkan untuk pengiriman ke pabrik pengolahan di PT Agromitra Swadaya Indonesia, dilakukan dengan sistem beku untuk menjamin tidak adanya penyusutan hasil panen peternak.
“Untuk satu PST biasanya menghasilkan antara 60-80 kg jangkrik hidup sehat umur 35 hari, yang akan dibeli oleh FKP Askrindo dengan harga Rp 30.000/kg. Agar hasil panen bisa diterima maka fasilitas berupa kartu anggota diberikan sebagai jaminan pemasaran yang telah direkomendasi pihak PT Agromitra Swadaya Indonesia,” jelas Icuk.
Selaku penjamin pasar, PT Agromitra Swadaya Indonesia juga telah mengadakan penelitian dan uji klinis di Laboratorium Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Pertanian Bogor, dan menemukan dalam tubuh jangkrik kalung (jangkrik yang memiliki warna kuning menyerupai kalung di bagian leher) terkandung berbagai senyawa potensial, seperti Lysine dan Cystein, asam lemak berantai panjang (Omega 3 dan Omega 6), dan kandungan hormon Steroid (Estrogen, Progesteron, dan Testosteron), serta protein kolagen, yang sangat bermanfaat sebagai bahan baku industri farmasi, makanan diet, kosmetik, dan substitusi pakan ternak.
“Sehingga walaupun terjadi booming produksi secara nasional, PT Agromitra tetap memiliki pasar potensial yang tidak terbatas. Bahkan produk protein kolagen yang dihasilkan mesin pengolah jangkrik yang telah dimiliki PT Agromitra telah mengundang kekaguman buyer dari negara maju seperti Jepang, yang baru-baru ini telah mengutarakan niatnya untuk mengimpor produk tersebut,” ujar Icuk.
Menurut Icuk, kapasitas produksi mesin pengolah jangkrik tersebut mencapai 10 ton/hari. Dan untuk memenuhi kuota tersebut, setiap FKP yang tersebar di 20 kabupaten di Indonesia, harus mengirimkan minimal 250 kg/hari.
“Hal itu berarti di setiap FKP minimal harus ada tiga peternak yang menyetor hasil panen masing-masing 80 kg setiap harinya. Namun sampai sekarang kuota itu belum bisa dipenuhi oleh FKP. Dengan demikian peluang bisnis budidaya jangkrik ini masih terbuka sangat lebar bagi masyarakat yang berminat untuk terjun di dalamnya,” ungkap Icuk. (Suharsih/SOLOPOS 16 April 2006)